VISKOSITAS


Viskositas adalah ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida. Semakin besar viskositas fluida, maka semakin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut. Di dalam zat cair, viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi antara molekul zat cair. Sedangkan dalam gas, viskositas timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul gas.

Dalam suatu fluida ideal (fluida tidak kental) tidak ada viskositas (kekentalan) yang menghambat lapisan-lapisan fluida ketika lapisan-lapisan tersebut menggeser satu di atas lainnya. Untuk fluida yang sangat kental seperti madu, diperlukan gaya yang lebih besar, sedangkan untuk fluida yang kurang kental (viskositasnya kecil), seperti air, diperlukan gaya yang lebih kecil.

Tingkat kekentalan suatu fluida juga bergantung pada suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin kurang kental zat cair tersebut. Misalnya ketika ibu menggoreng , minyak goreng yang awalnya kental menjadi lebih cair ketika dipanaskan. Sebaliknya, semakin tinggi suhu suatu zat gas, semakin kental zat gas tersebut.

Tingkat kekentalan fluida dinyatakan dengan koofisien viskositas. Nah, jika fluida makin kental maka gaya tarik yang dibutuhkan juga makin besar. Dalam hal ini, gaya tarik berbanding lurus dengan koofisien kekentalan.

Satuan Sistem Internasional (SI) untuk koofisien viskositas adalah Ns/m2 = Pa.s (pascal sekon). Satuan CGS (centimeter gram sekon) untuk si koofisien viskositas adalah dyn.s/cm2 = poise (P). Viskositas juga sering dinyatakan dalam sentipoise (cP). 1 cP = 1/100 P. Satuan poise digunakan untuk mengenang seorang Ilmuwan Perancis, almahrum Jean Louis Marie Poiseuille.

1 poise = 1 dyn . s/cm2 = 10-1 N.s/m2
Fluida Temperatur (o C) Koofisien Viskositas
Air 0 1,8 x 10-3
20 1,0 x 10-3
60 0,65 x 10-3
100 0,3 x 10-3
Darah (keseluruhan) 37 4,0 x 10-3
Plasma Darah 37 1,5 x 10-3
Ethyl alkohol 20 1,2 x 10-3
Oli mesin (SAE 10) 30 200 x 10-3
Gliserin 0 10.000 x 10-3
20 1500 x 10-3
60 81 x 10-3
Udara 20 0,018 x 10-3
Hidrogen 0 0,009 x 10-3
Uap air 100 0,013 x 10-3

sumber bisa diliat disini
dan bahan berbentuk pdf bisa di klik Karakteristik Aliran Fluida1

16 responses to this post.

  1. Posted by sofyan ramdan on November 1, 2011 at 11:14 pm

    makasih infonya lumayan nambah2 referensi

  2. Tararengkyu buat materi yg diatas.
    Btw, bgmnya keren,😀

  3. Posted by wennypupita cii Diggy Deluxe on November 5, 2011 at 3:55 am

    ya sama2🙂

  4. Posted by wennypupita cii Diggy Deluxe on November 5, 2011 at 3:56 am

    iya sama2. .
    thank you🙂

  5. Posted by Anonim on Januari 6, 2012 at 8:53 am

    thanks infonya….,:)

  6. Posted by ojik on Maret 17, 2012 at 3:56 am

    kalo air lautnya keruh sama ngak dengan viskositas air laut biasa!!!

  7. izin baca yaa….🙂
    blog dengan isi yang sangat bermanfaat bagiku….

  8. makasih y say
    atas info ny
    salam kenal

  9. oea minta no hp kamu donkkkk
    aq eza

  10. Posted by Anonim on November 23, 2012 at 1:53 pm

    makasihh neng.

  11. makasih….

  12. Posted by siti aisyah on April 26, 2013 at 11:43 pm

    Berapa Voscasitas fule oil pada suhu 15 derajat

  13. Posted by Anonim on Juni 12, 2013 at 1:20 pm

    berapa koefisien viskositas air laut di indonesia mbak?

  14. Hmm is anyone else having problems with the pictures on this
    blog loading? I’m trying to find out if its a problem on my end or if it’s the blog.
    Any suggestions would be greatly appreciated.

  15. Posted by Anonim on November 25, 2013 at 9:37 am

    makasih atas infonya..

  16. Posted by feb on November 25, 2013 at 9:38 am

    makasih atas info nya cantik….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: